Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal lebih dekat Diabetes Mellitus


Gendhis Manis ini merupakan kepanjangan dari Gerakan Hidup Sehat Melawan Diabetes Mellitus. Salah satu kegiatannya adalah dengan memberikan pendampingan kepada posbindu dalam kegiatan2 terkait diabetes mellitus, salah satunya adalah edukasi kepada masyarakat.

Di masyarakat, penyakit DM ini lebih dikenal dengan penyakit gula atau kencing manis.

Mengapa penyakit ini dikenal dengan kencing manis ?

Penyakit Diabetes Melitus (DM) yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi akan membuat ginjal bekerja keras membuang gula tersebut berulang kali melalui urin (kencing) dan membuat penderita sering merasa haus.

Nah… karena keterbatasan alat, dokter zaman dulu menegakkan diagnosis (memastikan penyakit) ini dengan mencicipi urin pasien yang terasa manis tersebut, sehingga muncul istilah “kencing manis” yang masih digunakan sampai saat ini.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi ?

Hal tersebut terjadi karena gangguan/kekurangan insulin

Insulin ini merupakan salah satu hormon yang diproduksi didalam tubuh kita yang bertugas untuk menyalurkan gula dari darah ke berbagai sel tubuh (hati, lemak, otot, dll) untuk selanjutnya diubah menjadi energi.

secara umum, ada beberapa tipe dari penyakit ini :

  1. DM tipe 1, 
  2. DM tipe 2, 
  3. DM gestasional, dan
  4. DM tipe lainnya.

Penderita DM tipe 1 tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali. DM tipe 1 ini biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak.

Sedangkan orang dengan DM tipe 2 tetap memproduksi insulin, hanya saja tidak bekerja dengan baik.

DM tipe Gestasional terjadi pada wanita hamil, biasanya terjadi pada usia 24 minggu masa kehamilan dan setelah melahirkan gula darah kembali normal. Namun kedepannya tetap berisiko untuk kembali menderita DM, sehingga sangat perlu untuk melakukan pola hidup sehat

Sedangkan DM tipe lainnya diakibatkan oleh gangguan-gangguan sel tubuh lainnya, namun sangat jarang terjadi.

Menurut Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Perkumpulan dokter spesialis penyakit dalam yang menangani masalah endokrin (bisa dikatakan sebagai ahli DM).

DM Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolisme yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat gangguan dalam produksi insulin dan atau gangguan fungsi insulin yang terjadi pada tubuh manusia.

Gangguan pada Insulin gula tidak dapat tersebar merata pada  sel-sel tubuh sehingga menyebabkan gula menumpuk pada darah

Apa saja gejala-gejala yang dirasakan akibat penyakit ini ?

Terdapat 3 gejala khas dari penyakit ini, yaitu :

1. sering kencing atau pada istilah kedokterannya disebut polyuria.

Penderita diabetes akan sering kencing. karena kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh akan berusaha mengeluarkannya lewat urin, hal ini yang menyebabkan penderita akan sering buang air kecil.

2. Sering minum karena terus menerus merasa haus (polydipsia).

Penderita diabetes biasanya sering haus dan minum, hal ini akibat penderita sering buang air kecil (kencing).

3. Sering makan karena terus menerus merasa lapar (polipagia).

Makanan yang dikonsumsi sulit diubah menjadi energi karena kurangnya hormon insulin yang diproduksi tubuh, oleh sebab itu tubuh jadi mudah lapar walau sudah makan teratur.

Selain 3 gejala khas diatas, terdapat beberapa gejala lainnya diantaranya :

  1. luka yang sulit sembuh,
  2. berat badan turun drastis tanpa diketahui penyebabnya, 
  3. badan juga akan menjadi cepat lelah dan mengantuk, 
  4. sering kesemutan di kaki dan tangan,
  5. penglihatan menjadi kabur
ilustrasi beberapa gejala DM yang sudah disebutkan diatas.

Pemeriksaaan dan kategori kadar gula darah.

untuk pemeriksaan kadar gula darah ini, secara umum ada 2 jenis pemeriksaan yang paling sering dilakukan yaitu pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan pemeriksaan kadar gula darah puasa (GDP).

Kadar gula darah sewaktu (GDS) untuk kategori diabetes adalah ≥ 200 mg/dL
Kategori pra-diabetes sebesar 140-199 mg/dL
kategori normal yaitu < 140 mg/dL

Kadar gula darah puasa (GDP) untuk kategori diabetes adalah ≥ 126 mg/dL
Kategori pra-diabetes sebesar 100-125 mg/dL
dan kategori normal yaitu < 100 mg/dL

Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2
Faktor risiko diabetes mellitus dapat dibedakan menjadi 2, yaitu 

  1. faktor yang dapat diubah
  2. faktor yang tidak dapat diubah
Faktor risiko yang dapat diubah erat kaitannya dengan perilaku sehari-hari, atau gaya hidup seseorang.

ilutrasi diatas merupakan faktor risiko DM yang dapat diubah

Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat diubah biasanya terkait dengan kondisi bawaan dari seseorang itu sendiri.

ilustrasi diatas merupakan faktor risiko DM yang tidak dapat diubah

Seberapa berisiko kah kita untuk terkena DM (bagi yang belum terkena) ?
Skrining Faktor REsiko DMT2
Silahkan klik link dibawah ini kemudian isi sesuai petunjuk.


Berdasarkan perhitungan secara umum kategorinya sebagai berikut :
  1. Skor 0-14 menunjukkan risiko diabetes rendah hingga sedang (kemungkinan terkena DM dalam 10 tahun kedepan sebesar 1-17%).
  2. Skor 15-20 menunjukkan risiko diabetes yang tinggi (kemungkinan terkena DM dalam 10 tahun kedepan sebesar 33%).
  3. Skor lebih dari 20 menunjukkan risiko diabetes yang sangat tinggi (kemungkinan terkena DM dalam 10 tahun kedepan sebesar 50%).
Skrining risiko DM ini diadopsi dari Federasi Diabetes Internasional.

Informasi lainnya dapat diakses melalui website dan media sosial kami :

Website     : www.gendhismanis.id
Instagram dan Twitter : @gendhismanis_id
Facebook   : fb.com/gendhismanis.id

Post a Comment

0 Comments