Oleh : Drs. Heroe Poerwadi, MA (Wakil Walikota Yogyakarta)
KONSEP 5K GANDENG GENDONG
Penjabaran dari Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Ngayogyakarta). Meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian, Kemandirian dan Kedisiplinan. Bersatu bersama mensejahterakan masyarakatMeningkatkan partisipasi semua stakeholder dalam kegiatan pembangunan (5 K) :
- KAMPUNG
- KAMPUS
- PEMKOT
- KORPORAT
- KOMUNITAS
KONSEP PERENCANAAN
Satu data,Sasaran tunggal langkah bersama, gerakan menuju efisiensi anggaran dan capaian.
- Tidak boleh setiap OPD mempunyai data sendiri-sendiri, untuk data apapun. Data warga, UMKM atau kelompok usaha, aset, potensi wilayah.
- Pandangan yang sama terhadap permasalahan, pandangan yang sama untuk penyelesaian, pandangan yang sama untuk mencapai tujuan. Dengan tujuan yang sama.
- Satu perencanaan wilayah, agar setiap tahun, setiap membicarakan sesuatu di wilayah tersebut, acuan satu.
2. Do It Kampung
Anggaran yang di tujukan ke wilayah terintegrasi langkahnya mengacu dengan perencanaan/masterplan tunggal. Setiap anggaran program dan kegiatan dari OPD harus mendukung tahapan masterplan. Seluruh anggaran untuk wilayah bisa dijadikan satu kesatuan gerak. Sehingga anggaran untuk wilayah semakin besar, tidak tumpang tindih dan hanya mengulang-ulang program/kegiatan. Akibatnya tujuan cepat tercapai.
Do It Kampung bisa diartikan duitnya untuk kelurahan.
Bisa juga kampung/kelurahan terlibat mengerjakan untuk mencapai tujuan.
DHO DOLAN NENG KAMPUNG (BERMAIN KE KAMPUNG)
Sebuah ajakanmenghidupkan kampung sbg sarana interaksi sosial dan ajang silaturahmi sekaligus media identifikasi terhadap potensi wilayah.
DODOLAN KAMPUNG (PENGUATAN EKONOMI LOKAL DI KAMPUNG)
Mengembangkan potensi kampung menjadi produk unggulan dan menghidupkan kampung sbg media penumbuhan, pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan ekonomi lokal.
NGEDOL KAMPUNG (KAMPUNGSEBAGAI DESTINASI WISATA/BRANDING KAMPUNG)
menjual potensi dan membuat branding kampung yang mampu memberikan value bagi kampung sekaligus menjadikan kampung sebagai destinasi wisata.
3. Setiap program harus menyelesaikan permasalahan dan harus membawa kemajuan.
Musrenbang hanya ada dua yaitu selesaikan masalah yang muncul. Prioritas penyelesaian. Yang kedua, melanjutkan masterplan. Masterplan memuat langkah untuk pemberdayaan sosial maupun fisik.
4. Membangun Kawasan dan Ekosistim Ekonomi Kampung
Kawasan Ekonomi Kampung adalah pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh potensi kampung, dikerjakan oleh masyarakat kampung dan impactnya langsung dinikmati warga kampung.
Kawasan pertumbuhan artinya tidak dibatasi oleh wilayah administrasi tetapi terhubung dalam alur atau kesamaan karakter potensi.
Setiap wilayah administrasi memiliki rancangan pengembangan yang saling terhubung dan saling menguatkan.
Ekosistim ekonomi kampung maksudnya terbangunnya lingkungan (internal dan eksternal) untuk terbentuknya aliansi yang saling menguatkan dari berbagai potensi dan kekuatan ekonomi yang menjaga dan mengatur tumbuh kembangnya untuk kehidupan ekonomi bersama.
5. Akses Ekonomi
Bekerjasama dengan 5K (Kampung, Kota, Kampus, Koorporate dan Komunitas) untuk mengelola, memasarkan dan menjadikan kampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang memajukan warga.
Penataan Kampung










0 Comments