Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Tanda-tanda darurat penyandang DM

Tanda-tanda (gejala) komplikasi akut yang biasa terjadi pada penyandang DM (hipoglikemi/hiperglikemi) dan bagaimana cara penanganannya.

Oleh Saiful Gusniawan, AMd.Kep, Perawat di Puskesmas Tegalrejo

Tanda gejala atau komplikasi dari Diabetes Melitus, seperti mudah haus, mudah lapar, sering buang air kecil di malam hari, luka susah sembuh atau hipoglikemi, hiperglikemi dan lain sebagainya. 

Komplikasi atau tanda gejala tersebut sangat rentan terjadi pada penderita DM dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan pingsan/hilangnya kesadaran, sehingga penting bagi penderita DM untuk mengetahui tanda-tanda (gejala) dari kondisi “darurat” tersebut.

Apa saja tanda-tanda darurat tersebut ? Bagaimana cara menanganinya?

Gejala DM tergolong sulit dideteksi, terutama pada DM tipe 2, bahkan beberapa penderita datang untuk periksa kesehatan ketika komplikasi sudah muncul. Komplikasi DM Tipe 2 dibagi menjadi komplikasi akut (terjadi dengan cepat) dan komplikasi kronik (butuh waktu lama untuk muncul). Komplikasi Akut (dalam waktu cepat) dan dapat berakhir dengan kematian.

Berikut beberapa kondisi yang bisa terjadi pada Penderita DM, yang kemungkinan dapat menyebabkan keadaan darurat pada penderitanya:

1. HIPOGLIKEMI 

Keadaan dimana kadar gula dalam darah sangat rendah (< 70 mg/dl). Keadaan hipoglikemi ini dapat muncul tiba-tiba dan bervariasi pada tiap penderita. 

  • Dapat terjadi bila penderita minum obat tablet atau menggunakan obat suntik (insulin) tetapi disertai mengonsumsi makanan terlalu sedikit dan atau latihan fisik terlalu berat sehingga kadar glukosa darahnya turun terlalu rendah. 
  • Mengonsumsi obat anti diabetes tidak sesuai petunjuk dokter
  • Respon diabetesi terhadap obat anti diabetes berlebihan

Sedangkan gejala yang muncul meliputi:

  • Lemas
  • Pusing
  • Gemetaran
  • Pucat
  • Keringat dingin
  • Sulit konsentrasi

Dan bila kondisi ini dibiarkan / tidak disadari, maka kondisi penderita akan lebih memburuk, seperti halnya: 

  • Jantung berdebar
  • Gangguan penglihatan
  • Tampak bingung dan berperilaku tidak normal
  • Mengalami penurunan kesadaran
  • Kejang

Pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Kenali tanda-tanda hipoglikemi
  2. Pantau kadar gula darah secara berkala
  3. Konsumsi makanan sesuai dengan yang telah ditentukan (3J)
  4. Penderita yang sering hipoglikemi dianjurkan untuk membawa makanan karbohidrat yang dapat dikonsumsi saat terjadi hipoglikemi (BUKAN UNTUK CEMILAN)
  5. Idealnya Cek Gula darah sebelum latihan fisik
  6. Sebaiknya konsumsi makanan sebelum latihan fisik 
  7. Konsumsi makanan saat latihan fisik
  8. Konsumsi camilan mengandung karbohidrat sebelum tidur, guna mencegah gula darah turun terlalu rendah saat tidur.

Cara Mengatasi Hipoglikemia

  1. Segera konsumsi permen/minum manis untuk menaikkan kadar gula darah dengan cepat. 
  2. Kemudian bila tersedia alat cek gula darah, periksa kadar gula darah 15 menit setelah mengonsumsi makanan/minuman tersebut. Bila masih di bawah 70 mg/dL, konsumsi lagi makanan atau minuman manis dan periksa kembali kadar gula darah 15 menit kemudian.
  3. Ulangi seluruh langkah tersebut sampai kadar gula darah di atas 70 mg/dL. Setelah kadar gula kembali normal, jaga agar kadarnya tetap stabil dengan cara makan berat atau cemilan sehat.
  4. Jika gejala tidak membaik, segera minta pertolongan orang lain untuk menemani ke rumah sakit.

Perlu diingat, bila menemukan seseorang yang diduga mengalami gula darah rendah dan tidak sadarkan diri, jangan memberikan makanan apapun karena berisiko masuk ke paru-paru.




2. HIPERGLIKEMI

Keadaan dimana kadar gula dalam darah sangat tinggi.  (> 300 mg/dl)

Pada sebagian Penderita DM mungkin tidak menunjukkan gejala tertentu, tetapi perlu dicermati juga beberapa gejala Hiperglikemi secara umum, yang meliputi:

  • Penglihatan buram/kabur
  • Pusing
  • Tidak fokus
  • Mulut kering, sering merasa haus
  • Buang air kecil meningkat, terutama malam hari
  • Nafas terengah-engah dan bau nafas tak sedap

Dan jika keadaan Hiperglikemi terjadi secara terus menerus dan berkelanjutan makan kondisi akan semakin memburuk, dengan gejala:

  • Kerusakan saraf, kaki tidak sensitif/baal/mati rasa, panas, kesemutan, terasa seperti ditusuk-tusuk
  • Luka sulit sembuh
  • Muncul infeksi
  • Gangguan di organ reproduksi (infeksi kulit/ jamur, impoten (laki-laki))
  • Penglihatan semakin memburuk
  • Gangguan ginjal dan Pembuluh darah dan lain sebagainya

Pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Kenali tanda-tanda hiperglikemi
  2. Konsumsi makanan sesuai dengan yang telah ditentukan
  3. Konsumsi obat dengan benar 
  4. Aktifitas fisik

Cara mengatasi gula darah tinggi

  1. Menjaga pola makan tetap sehat (3J)
  2. Melakukan olahraga secara rutin
  3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
  4. Pastikan minum obat penurun gula darah dan menyuntikkan insulin 
  5. Mengecek kadar gula darah secara rutin
  6. Mengurangi stres
  7. Tidur yang cukup

Selain itu, apabila Anda merasa kesulitan dalam menurunkan gula darah tinggi dan sudah melakukan berbagai pola hidup sehat untuk mengatasinya, segera diskusikan dengan dokter. Dengan demikian, dokter akan memberikan pilihan lain dalam menurunkan gula darah Anda.



3. KETOASIDOSIS

Kondisi dimana tubuh mengandung asam/keton yang berjumlah cukup banyak diakibatkan karena tubuh tidak dapat mengolah zat gula/glukosa makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi. 

Asam/keton ini muncul dari hasil proses pengolahan lemak pada tubuh sebagai ganti gula/glukosa yang tidak dapat di olah tubuh. 

Ketoasidosis umum terjadi pada penderita DM tipe 1 (tergantung dengan suntik insulin), dan cukup jarang terjadi pada penderita DM tipe 2 (tidak tergantung dengan suntik insulin).

Adapun gejala yang muncul biasannya:

  • Pandangan kabur
  • Mual-muntah / Nyeri perut
  • Nafas cepat / Nafas bau manis/buah
  • Bingung / hilang fokus / hilang kesadaran
  • Dehidrasi

Pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Kenali tanda-tanda komplikasi ketoasidosis
  2. Disiplin olahraga dan konsumsi makanan sehat sesuai dengan yang telah ditentukan
  3. Selalu monitor dan menjaga kadar gula darah
  4. Komitmen dalam minum obat diabetes atau suntik insulin, baik dari kepatuhan pemberian obat dan dosis yang sesuai dengan anjuran dokter.
  5. Memberikan perhatian extra bila sedang mengalami infeksi, stres, atau terserang penyakit lain, dengan monitor gula darah lebih sering dan memeriksa kadar keton dalam darah.
  6. Perhatian extra juga dibutuhkan saat diberikan jenis obat-obatan yang baru.

Jika ada tanda hipoglikemia yang dilakukan adalah segera memberikan minuman manis jika pasien sadar.  Jika pasien tidak sadar, harus segera dilarikan ke IGD RS.

Untuk komplikasi hiperglikemia akut  dan ketoasidosis yang menyebabkan kondisi pasien sudah memerlukan pertolongan sebaiknya harus segera dibawa ke IGD RS.

Informasi lainnya dapat diakses melalui website dan media sosial :

Website     : www.gendhismanis.id

Instagram dan Twitter : @gendhismanis_id

Facebook   : fb.com/gendhismanis.id

WhatsApp : https://wa.me/6281225721571

Post a Comment

0 Comments