Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Bedah Kuis Gendhis Manis

Pemateri dr. Iva Kusdyarini, Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Tidak Menular & Kesehatan Jiwa (Kasi P2PTM & Keswa) di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

*Kuliah Kesehatan melalui WA kali ini membahas hasil kuis Gendhis Manis yang dilaukan beberapa waktu yang lalu 



Diabetes merupakan penyakit yang berhubungan dengan...kenaikan kadar gula darah. Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah.


kadar gula darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas yaitu organ yang terletak di belakang lambung pada penderita diabetes pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh tanpa insulin sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.


Diabetes merupakan Penyakit Tidak Menular yang mempunyai faktor risiko dan dapat diturunkan dari orang tua kita, namun penyakit ini dapat kita cegah dengan mengubah perilaku kita menjadi perilaku yang sehat.


Ada beberapa gejala diabetes yang perlu kita ketahui ada gejala utama yaitu polidipsi poliuri polifagi itu merasa sering merasa haus sering buang air kecil dan sering merasa lapar selanjutnya adalah gejala-gejala yang bisa timbul soalnya turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas berkurangnya massa otot terdapat keton dalam urine keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi kemudian sering merasa lemas pandangan kabur luka yang sulit sembuh kemudian sering mengalami infeksi misalnya pada gusi kulit vagina ataupun yang tersering adalah pada kaki.


Polidipsia artinya sering/banyak minum karena penderita Diabetes sering merasa haus akibat dari sering buang air kecil. Penderita cenderung suka minum yang manis manis misalnya es syrup, es teh, dsb.


Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes khusus pada ibu hamil yang dinamakan diabetes gestasional. Diabetes pada kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu hamil menjalani persalinan.


Tes gula darah sewaktu

Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.

Tes gula darah puasa

Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.


Diatas tadi sudah disinggung tentang faktor risiko Diabetes. Ada 2 kelompok faktor risiko Diabetes, faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah.




Selanjutnya.....Dari Faktor risiko diatas, dapat kita simpulkan bahwa usia seseorang mempunyai risiko tinggi Diabetes tipe 2 adalah 40 tahun keatas. Sedangkan Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada usia muda.


Kondisi seseorang yang mengalami kadar gula darah terlalu rendah disebut hipoglikemia sedangkan hiperglikemia adalah kondisi seseorang yang mengalami kadar gula darah terlalu tinggi sedangkan dislipidemia adalah kondisi seseorang yang mengalami kadar lemak yang bisa lebih dari normal kemudian hipotensi adalah kondisi seseorang yang mengalami tekanan darah rendah.



Terapi diet untuk penderita diabetes melitus dilakukan dengan pola makan sesuai dengan aturan yaitu kita kalah dengan 3 j berapa jumlah tepat jenis dan tepat jadwal makan


Dulu kita mengenal 4 Pilar penanganan Diabetes, sekarang kita mengenal 5 Pilar yaitu :


Edukasi, perencanaan makan, Cek gula darah, aktifitas fisik dan terapi obat-obatan.  Berhenti merokok merupakan upaya pengendalian faktor risiko



Obat-obatan untuk penderita DM yang diresepkan dokter antara lain : metformin, glibenklamid dan lain-lain jenis yang diminum, sedangkan insulin adalah obat DM yang disuntikkan dibawah kulit (subkutan) atau bisa kombinasi keduanya.


Perawatan Kaki Diabetes yang Benar

Bagi penderita diabetes, merawat kaki sangat penting untuk mencegah timbulnya ulkus/luka. Ada beberapa tips perawatan kaki yang perlu diketahui oleh penderita diabetes, yaitu:

1. Periksa kondisi kaki setiap hari

Kaki penderita diabetes perlu diperiksa sekali sehari untuk melihat adanya kelainan, misalnya kemerahan, lecet, kulit retak, atau bengkak. Jika sulit menjangkau kaki, gunakan cermin untuk melihat seluruh bagian kaki hingga ke telapak. Letakkan cermin di lantai jika terlalu sulit untuk dipegang, atau mintalah bantuan orang lain.

2. Cuci kaki dengan air hangat dan gunakan krim pelembab

Cucilah kaki Anda dengan air hangat (jangan terlalu panas) sekali sehari, lalu keringkan kaki, terutama sela-sela jari kaki, dengan handuk atau kain yang lembut. Setelah itu, gunakan krim pelembab untuk menjaga agar kulit kaki tetap lembut.

3. Jangan mengobati luka tanpa berkonsultasi dengan dokter

Untuk menghindari cedera pada kulit, jangan gunakan kikir kuku, gunting kuku, atau cairan obat untuk menghilangkan kutil atau kapalan di kaki. Agar aman, konsultasikan dulu dengan dokter.

4. Jangan bertelanjang kaki dan potong kuku kaki dengan hati-hati

Untuk mencegah cedera pada kaki, jangan bertelanjang kaki, bahkan saat beraktivitas di dalam rumah. Selain itu, jangan memotong kuku terlalu dalam atau mintalah bantuan orang lain jika tidak bisa memotong kuku sendiri. Gunakan kikir kuku untuk memotong kuku, hindari menggunakan gunting atau silet atau benda tajam lainnya.

5. Kenakan kaus kaki yang bersih, kering, dan menyerap keringat

Kenakan kaus kaki dengan bahan-bahan yang mudah menyerap keringat, misalnya katun. Jangan gunakan kaus kaki berbahan nilon dan kaus kaki dengan karet yang terlalu ketat, karena bisa mengurangi sirkulasi udara di kaki.

6. Gunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai

Gunakan sepatu yang nyaman serta memiliki bantalan untuk tumit dan lengkungan kaki. Hindari menggunakan sepatu yang sempit atau sepatu hak tinggi. Jika salah satu kaki lebih besar dari yang lain, jangan memaksa untuk mengenakan sepatu yang ukurannya sama kanan dan kiri. Pilihlah sepatu yang ukurannya sesuai untuk tiap kaki. Ukuran sepatu bisa dinaikkan 1 nomor dari ukuran biasanya.

Perawatan ulkus/Luka di Kaki Penderita Diabetes

Bila terdapat ulkus atau sekadar luka di kaki, penderita diabetes perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan pada ulkus dan luka di kaki supaya tidak meluas. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dengan foto Rontgen atau USG Doppler untuk mememeriksa komplikasi diabetes lebih lanjut.

Perawatan ulkus atau luka di kaki akibat diabetes tidak hanya dilakukan oleh dokter, tetapi juga perlu dilakukan secara mandiri oleh penderita. Dokter akan mengajarkan cara perawatan kaki diabetes, sehingga penderita dapat melakukan perawatan sendiri di rumah.

Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan borok di kaki yang perlu dilakukan oleh penderita diabetes:
  1. Cuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, sebelum melakukan perawatan ulkus kaki diabetes.
  2. Buka perban secara perlahan. Bila perban menempel di kulit, beri cairan infus berisi larutan salin (NaCl 0,9%) untuk membasahi perban, agar lebih mudah dilepas.
  3. Gunakan sarung tangan sekali pakai selama membersihkan ulkus.
  4. Bersihkan luka dengan kasa yang telah dibasahi oleh larutan salin, dari tengah ke tepi luka. Jangan lakukan pembersihan ulang dengan kasa yang sama.
  5. Gunakan kasa kering baru untuk mengeringkan ulkus yang telah dibersihkan.
  6. Tutup ulkus dengan perban yang disarankan oleh dokter.
Perawatan ulkus dan luka di kaki penderita diabetes perlu ditangani dengan benar, karena jika tidak, dapat terjadi infeksi dan kematian jaringan, hingga dibutuhkan tindakan amputasi.
Anda patut waspada jika ulkus mulai menghitam, berbau, atau keluar nanah. Jika mengalami kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.


CERDIK :
C ek Kesehatan secara rutin
E nyahkan asap rokok
R ajin aktivitas fisik
D iit dengan gizi seimbang
I stirahat yang cukup
K elola stres




Post a Comment

0 Comments