Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Komplikasi Diabetes Mellitus

Pemateri dr. Tika Vandasari Dokter di Puskesmas Tegalrejo

Gejala DM tipe 2 tergolong sulit dideteksi, bahkan beberapa penderita datang untuk periksa ketika komplikasi sudah muncul. Komplikasi DM Tipe 2 dibagi menjadi komplikasi akut (terjadi dengan cepat) dan komplikasi kronik (butuh waktu lama untuk muncul).

Komplikasi Akut (dalam waktu cepat) dan dapat berakhir dengan kematian

a. Hipoglikemia : ( Kadar glukosa darah terlalu rendah < 70 mg/dl )

  • Terjadi bila diabetesi minum obat tablet atau menggunakan obat suntik (insulin) disertai mengonsumsi makanan terlalu sedikit dan atau latihan fisik terlalu berat sehingga kadar glukosa darahnya turun terlalu rendah
  • Mengonsumsi obat anti diabetes tidak sesuai petunjuk dokter
  • Respon diabetesi terhadap obat anti diabetes berlebihan

b. Hiperglikemia: (Kadar glukosa darah sangat tinggi  > 300 mg/dl)

Keadaan Hiperglikemia dapat menyebabkan gangguan penurunan kesadaran (Ketoasidosis), mengalami Infeksi yang berulang dan Penurunan Berat Badan.     

GEJALA Hiperglikemia :

  • Mulut dan kulit  terasa kering
  • Sering merasa kehausan
  • Pusing
  • Penglihatan menjadi buram/kabur
  • Buang air kecil meningkat
  • Nafas terengah-engah dan bau nafas tak sedap



Jika ada tanda hipoglikemia yang dilakukan adalah segera memberikan minuman manis jika pasien sadar.  Jika pasien tidak sadar, harus segera dilarikan ke IGD RS.

Beberapa komplikasi kronik yang dapat dialami pasien DM tipe 2 meliputi:

  • Penyakit Kardiovaskuler (Penyakit jantung dan pembuluh darah)
  • Retinopati Diabetik (Gangguan mata/penglihatan)
  • Neuropati Diabetik (Gangguan saraf yang menyebabkan luka dan amputasi pada kaki)
  • Nefropati Diabetik (Gangguan ginjal)

Komplikasi kronik DM Tipe 2 yang SERING ditemukan adalah gangguan saraf dan pembuluh darah yang berujung pada Penyakit Kaki DM.

Kaki DM merupakan komplikasi kronik pada penderita DM yang disebabkan karena gangguan saraf atau neuropati dan gangguan aliran darah atau angiopati.

Setiap pasien dengan diabetes perlu dilakukan pemeriksaan kaki secara lengkap, minimal sekali setiap satu tahun meliputi: 

  1.  inspeksi
  2. pemeriksaan neuropati sensorik.
  3. ABI (ankle brachial index)

INSPEKSI (MELIHAT)

Deteksi Dini Kelainan Kaki dengan Risiko Tinggi dapat dilakukan melalui pemeriksaan karakteristik kelainan kaki:

  1. Kulit kaku yang kering, bersisik, dan retak-retak serta kaku. 
  2. Rambut kaki yang menipis. 
  3. Kelainan bentuk dan warna kuku (kuku yang menebal, rapuh, ingrowing nail). 
  4. Kalus (mata ikan) terutama di bagian telapak kaki. 
  5. Perubahan bentuk jari-jari dan telapak kaki dan tulang-tulang kaki yang menonjol. 
  6. Bekas luka atau riwayat amputasi jari-jari. 
  7. Kaki baal, kesemutan, atau tidak terasa nyeri. 
  8. Kaki yang terasa dingin. 
  9. Perubahan warna kulit kaki (kemerahan, kebiruan, atau kehitaman).




Gambar di atas adalah contoh” kondisi kaki DM yg dapat kita temukan

PEMERIKSAAN NEUROPATI SENSORIK

Pemeriksaan neuropati sensorik dapat dilakukan dengan menggunakan monofilamen Semmes-Weinstein 10g.


Pada setiap titik, sentuhkan monofilamen dengan arah tegak lurus, lalu tekan monofilamen hingga monofilamen menekuk lalu biarkan selama 1-3 detik. Gangguan sensori jika pasien tidak merasakan di lebih dari 2 titik pemeriksaan.

ABI (Ankle Brachial Index)

ABI adalah perbandingan tekanan darah sistolik di kaki dengan tekanan darah sistolik di tangan. Jika hasil kurang dari 0,9 artinya terdapat gangguan aliran darah.


Dari 3 pemeriksaan tersebut, yang bisa dilakukan mandiri oleh masyarakat adalah pemeriksaan inspeksi (melihat). Untuk pemeriksaan sensoris dan ABI, bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas dan alat pemeriksaan.

Upaya apa yg bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kaki DM?

Untuk mencegah komplikasi kaki, Penyandang Diabetes harus memeriksa secara teratur untuk berbagai kondisi kaki seperti :

  • Perdarahan dan kapalan
  • Lecet
  • Kuku tumbuh ke dalam
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Panas saat disentuh
  • Nyeri pada kaki
  • Penyembuhan lambat dari luka
  • Hilangnya sensasi


CARA PERAWATAN KAKI DM

  • Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi
  • Berikan pelembab/ lotion (body lotion) pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak, tapi jangan disela-sela jari kaki karena akan lembab dan dapat menimbulkan jamur
  • Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam.
  • Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka
  • Gunakan sepatu atau sandal yang baik, sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai, dengan ruang sepatu yang cukup untuk jari-jari
  • Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda tajam seperti jarum dan duri
  • Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan kain atau kassa bersih .
  • Periksa apakah ada tanda-tanda radang. Segera ke Dokter bila kaki mengalami luka


Komplikasi Diabetes dapat dicegah dengan melakukan hal-hal penting berikut ini:

  • Minum obat secara teratur sesuai anjuran Dokter/petugas kesehatan.
  • Jaga kadar gula darah (Tes rutin kadar gula darah) dan check-up
  • Makan sehat - memperbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi lemak, gula, dan makanan asin
  • Beraktivitas fisik secara teratur
  • Waspada infeksi kulit dan gangguan kulit
  • Periksa mata secara teratur
  • Waspada jika ada kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada bagian bawah kaki.


Dengan perawatan kaki yang tepat dan kontrol gula darah yang baik, sebanyak setengah dari amputasi tungkai dan kaki yang disebabkan oleh komplikasi bisa dicegah.

Informasi lainnya dapat diakses melalui website dan media sosial :

Website     : www.gendhismanis.id

Instagram dan Twitter : @gendhismanis_id

Facebook   : fb.com/gendhismanis.id

WhatsApp : https://wa.me/6281225721571


Post a Comment

0 Comments